Dewan Sughli Hizbul Wathan Klaten

Putra Putri Pilihan Siswa/Siswi Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Klaten sebagai Tim Inti Kwarda HW Klaten.

Tim Jampanal HW Klaten Putri

Putri Pilihan Siswa/Siswi Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Klaten sebagai Tim Inti Kwarda HW Klaten

Tim Jampanal HW Klaten

Putra Putri Pilihan Siswa/Siswi Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Klaten sebagai Tim Inti Kwarda HW Klaten.

Tim Jampanal HW Klaten

Putra Putri Pilihan Siswa/Siswi Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Klaten sebagai Tim Inti Kwarda HW Klaten.

Tim Jampanal HW Klaten

Putra Putri Pilihan Siswa/Siswi Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Klaten sebagai Tim Inti Kwarda HW Klaten

"SELAMAT DATANG DI SITUS HW KLATEN, JIKA ADA SESUATU YANG DIKONSULTASIKAN BISA ADD BBM KAMI 748066C7 ATAU MELALUI SMS KE 085725588696. UNTUK PESANAN BARANG : TRANSFER UANG DIATAS PUKUL 13.00 WIB, MAKA PENGIRIMAN BARANG DI HARI BERIKUTNYA. TERIMAKASIH"

Logo Muktamar Aisyiyah ke-47 (2015)

Surakarta – KHA Dahlan pernah berpesan kepada para perempuan Muhammadiyah, “Jangan sampai dapurmu menjadi penghalang, menghadapi tugasmu mengurus umat”. Pesan pendiri Muhamadiyah itu disampaikan Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Chamamah Soeratno dalam materi refleksi satu abad gerakan ‘Aisyiyah untuk Persyarikatan dan Bangsa pada pleno ke VI di forum Tanwir ‘Aisyiyah II di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta, Sabtu (7/6).
‘Aisyiyah sebagai pelopor gerakan perempuan nasional. Memelopori terbentuknya organisasi-organisasi gerakan perempuan di Indonesia, sejak tahun 1917. Chamamah menambahkan bahwa refleksi gerakan perempuan Muhammadiyah merupakan titik balik dari sebuah prestasi-prestasi ‘Aisyiyah di tingkat nasional maupun Internasional.
Dihadapan ratusan peserta Tanwir ‘Aisyiyah dari Seluruh Indonesia, Siti Chamamah Soeratno juga menceritakan bagaimana peran sejarah ‘Aisyiyah terbentuk, hingga 100 tahun ini. ‘Aisyiyah betul-betul menjadi motor penggerak Muhammadiyah di kalangan masyarakat perempuan, kerjasama-kerjasama ‘Aisyiyah dalam program-program yang pro-masyarakat miskin, dan keluarga sakinah.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini memberikan pesan bahwa refleksi 1 Abad ‘Aisyiyah harus menjadi penyemangat dalam bergerak memajukan masyarakat. “Refleksi ini harus menjadi cinta, bersemangat, lebih bangga lagi, sehingga masyarakat semakin bisa merasakan manfaat dari organisasi kita ini,” tutupnya. (dzar) Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-3709-detail-prof-chamamah-soeratno-1-abad-aisyiyah-harus-semakin-memberi-manfaat.html

Logo Muktamar Aisyiyah ke-47 format .CDR (Corel Draw) dapat didownload di link berikut :

http://file-explorer.blogspot.com/p/download-logo-muktamar-aisyiyah-47.html

Pagelaran Wayang Hizbul Wathan

Napak Tilas Jenderal Sudirman Rembang - Purwokerto dapat diselesaikan dengan hasil yang sangat memuaskan. Dimalam terakhir di Universitas Muhamamdiya Purwokerto ditampilkan pagelaran Wayang Kulit oleh Imam Suyanto S.Ag dan Sardi S.Pd (Guru SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto) yaitu seorang aktifis Hizbul Wathan Karesidenan Banyumas dan IMM UMP dengan thema Wayang 3 Jam an. Para peserta sangat antusias menyaksikan pagelaran ini, apalagi ki Dalang dengan memakai seragam Hizbul Wathan dan seorang aktifis HW sejati. berikut dokumentasinya, selamat menyaksikan.



Lirik dan Accord Lagu Berjabat Tangan

G             
Dimama mana kita saling jumpa
D                                       G
Dimana mana berjabat tangan
Am
Dimana mana saling jabat tangan
D                                         G
Hilanglah sgala buruk sangka

Reff :
G                                
Wahai saudara - saudara semua
     Am
Kita ini semua bersaudara
          C                         G
Selamatlah kita semuanya
D                     G
Selamatlah Semua
Back to Reff

Instruksi Ekstrakurikuler Wajib HW di Sekolah Muhammadiyah

Menindaklanjuti hasil Ketentuan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 08/KTN/I.4/F/2013 tentang Pembinaan Organisasi Otonom di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Bab II Pasal 3 ayat 2. Hizbul Wathan adalah satu - satunya organisasi Kepanduan di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, Bab III Pasal 4 ayat 4. Melaksanakan ekstrakurikuler Wajib Kepanduan Hizbul Wathan dan seni olahraga beladiri, Tapak Suci, Bab IV Pasal 10 ayat 3 berkewajiban membina dan membimbing kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepanduan Hizbul Wathan dan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Selengkapnya download dilink berikut ini :

http://file-explorer.blogspot.com/p/download-instruksi-pelaksanaan-ekstra.html

Undangan Jambore Nasional HW ke 3 Tahun 2015

Jambore Nasional Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ke-3 tahun 2015 tinggal 13 bulan lagi. Kegiatan untuk Pandu Hizbul Wathan ini selain untuk mensukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar dan peringatan 100 tahun 'aisyiyah dan juga melaksanakan Jambore Nasional untuk Pandu Hizbul Wathan tingkat pengenal akan berlangsung di Taman Wisata Alam Bantimurung, Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulwaesi Selatan, 23 KM arah Selatan Makassar (Kota Makassar) dari Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai pusat arena Muktamar Muhammadiyah ke-47. 

Selengkapnya download Maklumat Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Nomor 351/MLM.Kwarpus/IV/2014 tentang Jambore Nasional ke-3 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Tahun 2015 di link dibawah ini :

http://file-explorer.blogspot.com/p/download-maklumat-kwarpus-tentang.html

Pidato Din Syamsudin pada Pembukaan Jamnas HW Penuntun 2014

Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan mengadakan Jambore Nasional tingkat Penuntun yaitu Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia pada tanggal 21 - 24 Agustus 2014 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.Acara dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin. 

Berikut isi pidato beliau : 

Sebagai perintah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pertama kepada Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan agar melakukan konsolidasi organisasi dan konsolidasi gerakan sehingga Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan menjadi salah satu arus utama perkaderan dilingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Yang kedua, kepada para Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, segenap rektor Universitas - Universitas, Ketua Sekolah Tinggi - Sekolah Tinggi, untuk secara sungguh untuk menghidup suburkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Lembaganya masing - masing. Yang Ketiga, kepada segenap Pandu Penuntun Hizbul Wathan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, jadilah pioner - pioner pemrakarsa untuk menghidupkan dan menumbuhsuburkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di almamater saudara masing - masing, sekali lagi saya ulangi yang ketiga ini, kepada peserta upacara, peserta Jambore Nasional yang hadir di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta ini kembalilah pulang, saudara - saudara ke almamater masing - masing dengan pesan ambil prakarsa, ambil lagkah - langkah nyata untuk menumbuhsuburkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah saudara masing - masing, apaka saudara - saudara siap? Apakah saudara - saudara mampu, Insya Allah kita tunggu laporannya, ditunggu jawabannya dan realisasi dari masing - masing Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Akhirnya lewat kesempatan ini, izinkanlah Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan untuk saya menghubungi Ka. Kwarnas Pramuka Bapak Dr. Adyaksa Daud yang juga adalah kader Muhammadiyah yang baru mendapat amanah menjadi Ka. Kwarnas Gerakan Pramuka. "Assalamu'alaikum Kakak Adyaksa Daud, Wa'alaikumsalam. Wr. Wb Kak, Prof. Din Syamsudin. Saya (Prof. Din Syamsudin) sedang menjadi Inspektur Upacara, pada Jambore Nasional Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan tingkat Penuntun, semacam tingkat Pandega di Gerakan Pramuka dan dihadiri cukup banyak utusan dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia dan juga Kwartir Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dan mohon Kak Adyaksa Daud menyampaikan pesan - pesan untuk peserta upacara Jambore Nasional dan hadirin di Lapangan Universitas Muhammadiyah Surakarta"

"Assalamu'alaikum Warohmatullahi wa barokatuh .. Saya Ka. Kwarnas Gerakan Pramuka ingin menyampaikan kepada para peserta Jambore Nasional Hizbul Wathan tingkat Penuntun, pertama orang yang lahir kedunia ini bila tidak melihat ke masa lalu dia akan menjadi bayi seumur hidup, artinya kita belajar dari sejarah. Kalau Pramuka tidak mungkin ada kalau seandainya para pendahulu - pendahulu kita yang bergabung dalam Kepanduan Hizbul Wathan sebagai kepanduan tertua di Indonesia yang telah melahirkan pemimpin - pemimpin seperti Jenderal Sudirman dan sebagainya. Oleh karenanya saya menyampaikan selamat kepada peserta Jambore Nasional yang ada di UMS dan mudah - mudahan Insya Allah HW akan melahirkan pemimpin - pemimpin seperti Jenderal Sudirman bahkan seperti Prof. Din Syamsudin. Insya Allah mudah - mudahan HW kedepannya akan lebih baik dan berkembang lagi dan akan bersinergi dengan pramuka dalam membina generasi muda kedepannya sebagai kader bangsa, saya mengatakan pemuda hari ini pemimpin masa depan namun kita sering lupa karena banyak project. Maka boleh saya menutup kesempatan yang sangat berbagia ini bagi saya karena Prof. Din Syamsudin Kakanda saya yang telah membina saya menjadi besar. Saya ingin menyampaikan pesan kepada semua peserta Jambore, motto hidup saya yang mungkin bisa menjadi inspirasi pada peserta Jamnas HW. Hidup ini hanya sekali, gunakan untuk mengabdi, kepada Illahi Rabbi dan mari kita bangun Negeri arag tidak menyesal nanti, surga tujuan abadi. Billahi taufik wal hidayah, Wassalamu'alaikum Warohmatullahi wa barokatuh."

Demikian pidato Prof. Din Syamsudin pada Pembukaan Jambore Nasional Hizbul Wathan tingkat Penuntun di Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai dokrak awal merekahnya kegiatan Hizbul Wathan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia.



Meluruskan Sejarah Jenderal Sudirman

Hizbul Wathan Jawa Tengah mengadakan kegiatan Napak Tilas Jenderal Sudirman dari Rembang, sebagai Tanah Kelahiran sampai di Banyumas sejak tanggal 15 sampai 18 November 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan dan merasakan sedikit perjuangan - perjuangan yang telah dilakukan oleh Panglima Besar Indonesia ini. Dalam kegiatan ini, disepanjang Napak Tilas, hujan lebat, petir menyambar, naik turun gunung, menyeberangi sungai. Semuanya dilewati oleh anggota Pandu Hizbul Wathan. 

Pada Monumen Jenderal Sudirman ada beberapa hal yang menarik perhatian kami. Pertama : Pada miniatur Organisasi Kepanduan yang pernah diikuti labelnya bertuliskan : "1993 - 1935 Aktif dalamkegiatan Kepanduan Hizboel Wathan (HW) sebagai Pemimpin. Tetapi Gambar miniaturnya bukan berseragam HW melainkan PRAMUKA. Kedua : Pada Patung Emas/ Kuningan Jenderal Sudirman dihalaman Monumen, Sudirman memakau seragam HW dengan duk HW dengan Sinar Lambang Muhammadiyah, tetapi batu prasasti yang ditandatangani Presiden RI Soeharto bertuliskan : PATUNG PRAMUKA JENDERAL SOEDIRMAN.

Berikut dokumentasi :

 Sudirman Aktif di Hizbul Wathan

Harusnya Seragam HW bukan PRAMUKA

Prasasti Patung Emas Sudirman


Patung Emas Jenderal Sudirman


Hal yang menarik lainnya adalah ternyata setelah kami telusuri di mbah GOOGLE dengan keyword Biografi singkat Jenderal Sudirman, disana banyak sekali tulisan Soedirman Aktif dalam PRAMUKA HIZBUl WATHAN.

Jenderal Besar Raden Soedirman (EYD: Sudirman; lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun[a]) (Wikipedia). Pada saat Jenderal Sudirman meninggal dunia (1950) belum pernah mengenal PRAMUKA dan Pramuka dilahirkan sebagai di Indonesia Tahun 1961.Artinya 11 tahun sejak Jenderal Sudirman meninggal Pramuka baru ada. Sejarah perlu diluruskan. (Zie)