Memorial Taruna 1


Peserta Taruna 1
Tahun 2008

MEMORIAL TARUNA I

By. DKD6_Agus Sugiyarto
(SMK Muhammadiyah 1 Klaten Tengah)


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Berawal dari niat dan kesungguhan hati, sabtu 24 Mei 2008 para finalis UKTT 1 (Ujian Kenaikan Tingkat Taruna 1) telah datang dikantor HW pukul 06.30 WIB. Kemudian mereka dikumpulkan plus dibariskan untuk pengecekan barang dan bekal yang dibawa. Setelah itu mereka melakukan apel pemberangkatan yang dipimpin oleh Bapak H. Sukasno.

Mereka berangkat dengan penuh kesungguhan dengan penuh semangat, tetapi sebelumnya mereka diberi pos atau tempat-tempat untuk mengambil kode atau sandi. Sandi tersebut berisi petunjuk untuk menuju pos berikutnya. Tempat itu adalah masjid Jami Ar Rozi Tempursari. Pukul 8 sebelum berangkat, muka-muka finalis itu dicelorengi dengan cat kuning hijau (entah apa itu) biar kayak tentara barangkali. Saya dan Cahyo tiba di masjid Tiba di Masjid Jami Ar Rozi, ternyata kami itu tiba paling akhir, karena kita itu dari SMP Muhammadiyah 5 Ngupit, kita tak tau jalan lah (orang kita warga selatan). Di situ kita diberi tugas oleh Sholikin untuk tayamum dan sholat jenazah. Pukul 10.10 kita tiba. Pukul 10.45 kita berangkat.

Kami menuju ke pos 2 yaitu jembatan Bonyokan Jatinom. Karena kami tak tahu daerah Tempursari kami tersesat dan melewati jalan jauh dari jalur utama. Dengan fisik yang agak sedikit drop, perjalanan menjadi terganggu. Cahyo memberiku semangat dan akhirnya aku mulai bangkit kembali. Namun apa daya dikata, badanku benar-benar lemas tak berdaya. Pukul 11.30 memasuki waktu sholat dzuhur, kami mencari masjid terdekat daerah situ. Akhirnya kami temui masjid Al Huda Tempursari. Kami singgah untuk sholat dan makan. Kami melanjutkan perjalanan, namun tak terasa perbekalan habis, alhamdulillah Allah menolong, kami menjumpai toko dipinggir jalan. Pada awalnya kami ingin membelinya, namun karena melihat kami kecapekan ibu itu memberikan air bening. Alhamdulillah basah juga tenggorokan kami. ”Sungguh mulia hati ibu itu, semoga Allah membalas kebaikannya.” bisikku dalam hati.

Kami melanjutkan perjalanan, dan sesampai desa Mao, aku sudah tak kuat untuk berjalan lagi. Dengan terpaksa aku bersedia diboncengkan sepeda motor leh bapak - bapak yang lewat, namun Cahyo tetap jalan, dan bahkan Cahyo dengan berlari mengejar lajunya sepeda motor. yang aku tumpangi itu. Hingga ujung jalan bapak itu menurunkan aku, dan ku tunggu Cahyo yang masih terengah-engah dipenghujung penglihatan mataku. Dengan wajah agak pucat Cahyo mengajak aku untuk jalan kembali. Akhirnya sampai juga di pos 2, yaitu di jembatan Jatinom. Di pos 2 ini aku sudah benar-benar tak kuat lagi untuk meneruskan perjalanan. Panitia membawaku ke pos 3 dengan sepeda motor, tapi Cahyo tetap melanjutkan perjalan sendiri. Dari pos 3 sampai Finish aku dibawa pakai mobil karena kondisiku yang sangat drop.

Pukul 22.30 Semua Finalis UKTT 1 sampai di pos finish, yaitu di SMP Muhammadiyah 5 Ngupit. Kita disuruh untuk istirahat sampai jam 04.15. Pukul 04.15 Mzie membangunkan kami semua untuk sedikit renungan. Kemudian dilanjutkan Sholat subuh. Sholat subuh selesai dilanjutkan senam pelemasan otot-otot yang semalam kaku karena kecapekan. Jam 06.00 semua Finalis memasak dan mandi. Jam 08.00 panitia memberikan tugas untuk mencari tokoh-tokoh Muhammadiyah disekitar Ngawen. Kita diberi tugas untuk membantu tokoh-tokoh apapun pekerjaannya. Jika pekerjaannya adalah petani maka kami harus membantunya di sawah, jika pedagang kami harus membantu berjualan, dan lain-lain. Namun karena kondisiki memang tidak fit akhirnya aku dan Edi yang kebetulan juga kondisinya tidak fit juga, kami diber tugas untuk membersihkan semua kamar mandi di Masjid Atta’awun.

Setelah semuanya selesai kami menuju ke pasar untuk membeli makanan sejumlah dengan uang 800 rupiah. Dengan wajah agak lusuh kami tetap berusaha. Akhirnya dapat juga. Pukul 11.30 semua finalis harus sudah sampai di SMP Muhammadiyah 5 Ngupit kembali, dan dengan tepat waktu kami berhasil mencapai target tersebut. Adzan terkumandang di Masjid Atta’awun, kami semua menuju masjid untuk sholat berjamaah. Tepat jam 13.00 kita dilantik resmi dari Kwarda HW Klaten manjadi DKD Taruna 1. Puji syukur dengan tak ku sangka akhirnya aku diluluskan juga meskipun aku tidak mengikuti semua rangkaian acara tersebut. Pelantikan selesai kami kembali ke Basecamp HW di Sangkal Putung, Barenglor, Klaten. Setelah sholat ashar selesai kami pulang ke rumah masing-masing.

Kesan :
Dalam kegiatan ini aku dapat banyak sekali pengalaman, pelajaran, manfaat dan dapat mengambil hikmahnya. Yaitu : Keberhasilan terwujud dari kerja keras, keseriusan dan kesungguhan.

Pesan :
1. Untuk teman-temanku seperjuangan. Perjuangan kita masihlah sangat panjang. Tidak hanya berhenti sampai disini.
2. Untuk kakak-kakak panitia yang sangat aku sayangi, terimakasih atas bantuan kakak-kakak semua, karena aku telah diluluskan dari Ujian Taruna 1 ini. Dibalik ketegasan dan keseriusan, ternyata hati kakak-kakak semua sanagat baik dan sangat hebat. Luar Biasaaa!!!!
Semangat !!!

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Klaten, 1 Juni 2008
DKD6_Taruna 1_Agus Sugiyarto




By. DKD5_Roufiqoh Nur Syafi'an
(SMA Muhammadiyah 1 Klaten)


Sabtu pagi pukul setengah tujuh sudah mulai kumpul. Setelah kumpul panitia mengukur tongkat dan memeriksa barang yang di bawa dan HP, uang, tidak boleh dibawa. Sebelum berangkat diadakan apel pemberangkatan. Sebelum berangkat wajah dikasih cat (pitmen warna hijau dan kuning) dan pembagian uang Rp 1000,00 setiap untuk menghubungi panitia bila ada hal-hal yang tidak diinginkan. ± Sekitar pukul tujuh diberangkatkan dan diberi tahu bahwa untuk mengetahui pos-pos, maka aku dan mbak Nikmah harus mengambil peta di SMK MUH 3 Klaten Utara, ternyata yang membawa kertas/peta tersebut adalah satpam. Sebelum dikasihkan, satpam tersebut memberi tugas kepada kita bawa kita disuruh disuruh menyapu masjid dulu.

Setelah dikasih aku dan mbak Nikmah mengerjakan tugas tersebut ternyata tulisan tulisan yang ada di dalam kertas kita suruh menuju masjid Jami’ Ar-Rozzi Tempur Sari. Sesampai disana istirahat sebentar sambil nunggu giliran ujian. Di sana ujianya tayamum dan praktek sholat jenazah. Setelah selesai ujian kita melanjutkan perjalanan berhubung dekat rumahnya Farikhah maka aku dan mbak Nikmah mampir sebentar tuk minta minum. Lalu kita melanjutkan perjalan untuk menuju rumahnya dex Dinar untuk ujian yang ke dua. Sebelum sampai di rumahnya dek dinar, berhubung dah waktunya sholat dzuhur maka kita mencari masjid dahulu.

Setelah sholat kami menuju rumahe dek dinar. Setelah selesai rapling ada petunjuk bahwa uang seribuan td ditukarkan dengan uang logam berjumlah 10 dan menuju ke depan pegadaian Jatinom. Sesampai disana lalu wajah dikasih cat lagi (pitmen) dan disuruh menyanyikan lagu - lagu perjuangan Muhammadiyah dan HW sebanyak 10 lagu dan harus menghadap ke jalan. Padahal waktu itu siswa - siswi SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Jatinom maupun siswa siswi SMU Negeri Jatinom dan MTs Negeri Jatinom pulang sekolah, jadi ya pada ngeliatin. Ada yang nertawain, tapi kita cuex aja. Kemudian disuruh melanjutkan ke sekolah SMK MUH 1 Jatinom untuk menanyakan siapa nama kepala sekolah, Pembina HW dan Tukang kebun (ini untuk menguji keberanian kita). Setelah selesai lalu menuju ke lapangan samping sekolah, di sana di beri tugas oleh maz Endriawan suruh mengartikan sandi dan melaksanakan perintahnya. Setelah dikerjakan ternyata sandi tersebut bertuliskan suruh mendatangi rumah ibu Rofatun dengan alamat kebonan ngawen klaten. Sebelum sampai di rumah beliau mampir dulu di masjid Al-Mutaqin tepatnya dekat rumah mz Miftah untuk sholat ashar.

Habis sholat ashar kami melanjutkan perjalanan menuju rumah ibu Rofatun, di jalan sambil melantunkan yel-yel setelah sampai di kebonan lalu Tanya ke ibu-ibu yang jualan gorengan ternyata gak tau lalu masuk ke kampong di sana juga ada ibu-ibu ditanya juga gak tau lalu temen-temen ingat kalau Iwan rumahe daerah situ. Terus tanya rumahe mz Iwan ternyata belakang rumah ibu tersebut. Terus kerumahnya mz Iwan ternyata ibu Rofatun itu adalah ibunya mz Iwan (Salah satu penguji UKTT 1). Sesampainya disana lalu disuruh sholat maghrib di Masjid Sholikhin. Habis sholat maghrib lalu disuruh masak bekal yang dibawa yaitu mie instan. Dikasih waktu sampai isya’. Setelah semua sudah makan lalu shalat isya’ berjamaah di masjid tadi lalu membersihkan puing-puing bangunan, daun kelapa yang kering dan bambu. Setelah selesai kami semua 1 rombongan melanjutkan perjalanan menuju balai desa Gatak, disana disuruh menggambar papan lalu melanjutkan ke rumahnya mz Sartono. Sesampai disana lalu disuruh membuat hasta karya.

Berhubung disana cuman ada pohon mangga kecil, pisang, rambutan, melinjo, jadinya aku membuat hasta karya mahkota-mahkotaan dari daun mangga. Temen-temen ada yang buat pedang-pedangan, pistol-pistolan dll (ini untuk menguji kreatifitas peserta). Setelah selesai lalu aku tiduran diteras rumah mz Sartono. Barhubung tuan rumahnya baik hati, cieee kami dikasih air putih dan makanan, kacang, jeruk, ketela. Tapi kami semua mendapatkan makanan tersebut. Setelah itu kami disuruh istirahat dulu karena perjalan masih lumayan. Setelah istiahat, melanjutkan perjalanan menuju SMP Muhammadiyah 5 Ngupit. Sebelum sampai disana, kami istirahat sebentar di lapangan Ngawen. Setelah istirahat sebentar kami melanjutkan lagi. Tapi baru dapat 1 - 2 langkah (Reyza) pingsan. Jadi ya berhenti lagi, lalu yang cowok-cowok disuruh disuruh sama mz Burhan membuat dlagbar. Lalu mb Reyza diangkat sampai finish. Melalui lewat belakang sekolah, namun belum bisa dibuka karena kunci gerbangnya masih dibawa tukang kebunnya, sehingga nunggu dulu lumayan lama. Setelah di buka langsung masuk dan disuruh buat bifak untuk tidur. Karena sudah capek banget lalu pada langsung tidur ada yang di UKS, di halaman dan di parkiran. Aku, Nikmah, Dinar, dan Farikhah tidur di parkiran. Kami di pinjami tikar, tenda untuk tidur oleh pak Giyono. Kami tidur sekitar jam 12 an.

Setelah sekitar pukul empat seperempat, kami di bangunkan dan di kumpulkan oleh Mz Dzikron. Habis kumpul untuk renungan sebentar, kita disuruh sholat berjamaah. Selesai sholat kami lalu berolah raga. Sehabis olah raga kami lalu disuruh ………………. lalu masak bekal yang dibawa kemarin. Setelah kurang lebih jam 09.00 kami diberi tugas untuk mencari masjid / di tokoh masyarakat Muhammadiyah untuk minta tugas yang bisa kami Bantu. Teman-temanku ada yang di koramil Cuma nonton TV, ada yang bersih-bersih masjid, kalau aku dan Nikmah disuruh ke sawah bersihin rumput liar. Mau kesawah aja naek angkot, manja banget ya he.he.he bukane manja deng, tapi ibuk’e diajak jalan gak mau. Kita di sawah sampai pukul 11.00 setelah itu kita mau pamit e.e.e ternyata ibuk’e ngasih uang ke kita untuk naek angkot. Sebetulnya kita juga gak enak apa lagi mau dibeliin bubur kacang hijau, tapi kita nolak. Ya gak enak masak dikasih uang mau dibeliin kacang hijau, …………….. kita diantar ibuk’e sampai jalan raya. Setelah ibu itu masuk sawah lagi kita baru beli di warung kacang hijau tesebut. Alhamdulillah kita dapat rezeki. Setelah selesai, kami jalan menuju SMP lagi, lalu sholat dzuhur berjamaah. Sekitar kurang lebih pukul setengah 2 kami lalu dilantik dari kwarda sebelum dilantik kita disuruh bersuci dulu. Setelah selesai lalu kami kembali ke kantor HW kita tercinta. Berhubung yang cewek pada gak kuat lalu naek mobilnya pak Kasno yang cowok jalan kaki. Kacian…..sampun ngoten mawon nggih mz. Matur nuwun.


By. DKD5_Ummi Fatonah
(SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara)


Sabtu 24 Mei 2008 DKD HW KLATEN mengadakan Ujian Kenaikan Tingkat Taruna I (UKTT 1) yang dipanitiai Oleh kakak senior Dewan Kerabat antara lain : Muh. Dzikron, JT. Surya, Burhanudin, Sholikhin, Sartono, Endriawan, Iwan Satriana, Rio, dan Miftah. Dengan jumlah peserta 15 orang anggota Dewan Kerabat Daerah.

Jam 07.00 tepat kami cheking peralatan terlebih dahulu yang dipandu oleh kakak panitia. Beberapa dari kami tidak membawa peralatan yang seharusnya dibawa. Dan sebagai konsekwensinya skotjam 1set bagi peserta pi dan push up 1set bagi peserta putra untuk setiap perlengkapan.

Kemudian upacara pembukaan dimulai dan dipimpin oleh Endriawan. Upacara telah selesai dan dilanjutkan dengan oleh mzie membagi kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 orang kecuali satu orang dari kami yang hanya sendiri yaitu Edy. Aku sekelompok dengan Dinar. Tugas pertama kami adalah mencari tugas dari tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh panitia.

Tempat itu adalah tempat untuk mengambil petunjuk selanjutnya apa yang harus dilakukan dalam bentuk sandi. Sandi tersebut berisis instruksi ; kami harus menuju ke masjid Jami’ Arrozi Tempur Sari. Sepanjang perjalanan banyak sekali orang yang tertawa melihat kami dikarenakan muka kami yang dihiasi pitmen berwarna hijau dan kuning. Tapi, sesuai dengan UU Pandu HW yaitu selalu sabar dan bermuka manis kami terus berjalan pantang mundur.

Jam 09.20. kami sampai di pos 1 yaitu masjid Jami’ Tempur Sari. Tugas yang diberikan yaitu praktek tayamum, sholat jenazah dan menuju pos selanjutnya dengan petunjuk sebuah sandi. Berdasarkan sandi tersebut kami menuju ke pos II yaitu di Jembatan Bonyokan dekat rumah Bapak Wahyu Riyadi Yang tidak lain adalah ayah Dinar.

Dengan mudah saya dan Dinar menemukan tempat tersebut. Setelah sampai kami istirahat sebentar dan segera persiapan untuk rapling. Yaitu untuk mengambil sebuah sandi, instruksi pos selanjutnya. Jujur saya belum pernah melakukan hal itu jadi ya grogi (Halah grogi apa takut??? By.mzie, he he). Tetapi ternyata saya dapat melakukannya dengan cukup baik. (hi hi hi …)

Setelah rapling dan menemukan sandi itu, kami segera berangkat menuju pos selanjutnya yaitu toko Zodiak dan kami harus menukarkan uang Rp. 1000 dengan uang receh seratusan semua. Setelah uang sudah ditukarkan, kami berputar-putar dan kebingungan mencari Toko Zodiak. Kita putar – putar di toko - toko, dan kita tanya pada orang – orang disana tetapi mereka semua menjawab kalau gak ada toko yang namanya toko zodiac di Jatinom itu. Ternyata yang dimaksud adalah Toko Leo. Cuapex Duech …. (he he .. kena looo By. Mzie)

Jam 13.00 kami sampai di pos III. Tugas yang harus kami laksanakan adalah menyanyikan 10 lagu - lagu HW dan membeli 2 jenis makan dengan harga @ Rp.100. Perjalanan selanjutnya yaitu ke SMK 1 Jatinom dan menanyakan nama Kepala Sekolah, Pembina HW dan Tukang kebun. Dan kami berdua bertemu dengan Endriawan yang memberi tugas menuju pos selanjutnya berdasarkan sandi rumput yang harus kami terjemahkan terlebih dahulu.

Pos selanjutnya yaitu rumah ibu Rofatun. Pada saat itu kami berlima yaitu Umi, Dinar, Reza, Farikhah dan Edy kebetulan kami bisa bersama dan berputar putar sampai sekitar jam 17.00 mencari Rumah ibu Rofatun dan ternyata yang dimaksud ibu adalah ibu Rofiatun yang ternyata ibunya mas iwan (panitia). Capex duech ….

Menjelang Sholat Maghrib. Kami berlima sampai di rumah Ibu Rofiatun. Kami segera melaksanakan tugas yaitu membersihkan lingkungan rumah. Setelah beberapa jam kemudian 9 orang teman kami lainnya datang dan kami sholat maghrib kemudian masak mie instant karena perut kami sudah cukup lapar. Setelah sholat isya’ perjalanan dilanjutkan dan kami ber 15 menjadi satu team yang diketuai oleh Cahyo di depan dan Edy di belakang barisan. Kami menyusuri jalan sampai sekitar jam 10.00 sampai di rumah DKD Sartono. Membuat Hasta Karya dan melepaskan lelah sebentar.

Perjalanan dilanjutkan akan tetapi di lapangan Senden kami istirahat karena sudah terlalu payah untuk berjalan. Satu dari kami yaitu Reyza pingsan dan sesuai dengan UU Pandu HW yaitu setia dan teguh hati, kami membuat tandu dan membawanya ke SMP Muhammadiyah 5 Ngupit. Setelah sampai kami tidur dan melepas lelah setelah seharian berjalan.

04.15 mzie membangunkan semua peserta dan mengisi renungan mengenai tanggung jawab seorang Pandu. Setelah itu kami sholat berjamaah sholat subuh, senam, masak mie instant dan masih ada satu tugas yang harus diselesaikan yaitu baksos / pengabdian kepada masyarakat. Sesuai dengan UU Pandu HW no 7 yaitu HW siap melaksanakan perintah dengan ikhlas. Kami berpencar mencari masjid atau tokoh Muhammadiyah untuk minta ijin. Saya, Dinar, dan Cahyo membersihkan masjid di desa Ngupit. Cahyo mengepel lantai, Dinar mencuci piring, dan saya sendiri mengelap kaca. Sekitar pukul 11.30 kami selesai dan ternyata kami mendapat cukup bekal dari warga sekitar sebagai rasa terima kasih kepada kami.

12.00 Kami semua Sholat Dzuhur berjamaah dan segera latihan Upacara Pelantikan Kenaikan Tingkat Taruna I. Tetapi sebelum itu kami menyanyikan yel yel dahulu. Kami tertawa terbahak-bahak mendengar salah satu teman kami yaitu Edy yang menyanyikan sebuah lagu ciptaan yang terdengar konyol dan tidak serasi. He.. he.. he..

Upacara pelantikan dimulai yang dipimpin oleh DKD Endriawan. Kemudian diikuti dengan penyucian dan pelantikan serta tanda kecakapan berupa Atribut Taruna I.

Upacara Telah Selesai dan kami pun kembali ke Kantor HW. Peserta putra masih berjalan dari SMP Muhammadiyah 5 Ngupit sampai Kantor HW dan peserta putri naik mobil karena sudah terlalu payah. Kegiatan ini memang sudah selesai tetapi perjuangan kami baru saja dimulai.

Kesan : Kakak – kakak DKD Taruna I dan Kwarda Muda, terima kasih atas bimbingannya. Kegiatan ini seru, menantang, mengharukan, dan menyenangkan.

Pesan : Ayo teman – teman DKD Taruna I, semangat!!! Ayo kakak – kakak ku semua … Jangan bosan membimbing adik – adik mu ini ya??



By. DKD5_Nur Cahya Utama
(SMK Muhammadiyah 1 Klaten Tengah)


Sebelum diadakanya kenaikan tingkat taruna I kita semua sudah melakukan technical meting pada hari jum’at 23 Mei 2008 yang menghasilkan beberapa keputusan, kemudian habis dari rapat itu kami masih mempunyai waktu semalam untuk mencari barang kebutuhan yang akan dibawa pada waktu pelaksanaan. Akhirnya hari pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Taruna I pun telah datang yaitu tanggal 24 Mei 2008 yang dihadiri 15 peserta.

Pada Waktu itu pembukaan Ujian Kenaikan Tingkat Taruna I langsung dibuka secara resmi olek kwarda yaitu Bp. H. Sukasno BA. Setelah resmi acara tersebut dibuka barulah kakak-kakak panitia memeriksa perlengkapan yang kami bawa. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan pada waktu technical meeting, ternyata pada saat itu juga ada peserta yang tidak membawa perlengkapan dan akhirnya pun dihukum termasuk juga saya sendiri karena tingkat saya melebihi tinggi badan saya sebanyak 45 mm jadi sayapun dihukum Push up sebanya 45 kali. Setelah selesai pengecekan barulah kami yang 15 orang peserta dibagi menjadi beberapa regu. Yang setiap regunya di bagi menjadi dua peserta dan sayapun akhirnya satu regu dengan Agus Sugiarto kemudian Sebelum berangkat kami masing -masing peserta dibekali uang sebesar Rp. 1.000. karena pada waktu pemeriksaan dompet, uang, dan hp telah disita. Setelah itu barulah kami mendapat tugas yang pertama yaitu membersihkan markas HW terbaru yang dimiliki KWARDA KLATEN.

Barulah pada pukul 08.00 tepat kami diberikan tugas lagi yaitu untuk mencari sandi untuk menuju pos I jadi kami pun tiap regu mulai berpencar kearah yang berbeda dan ternyata regu saya mendapatkan tempat yang paling jauh yaitu di SMP Muhammadiyah 5 Ngupit yaitu tepatnya di belakang masjid AT-TA’AWUN karena tempat itu kami sudah tahu kami langsung melakukan perjalanan menuju SMP tersebut setelah kami melakukan perjalanan panjang akhirnya pada pukul 08.36 WIB kami telah sampai di SMP Muhammadiyah 5 Ngupit setelah itupun kami langsung masuk ke dalam kantor SMP tersebut dan kamipun langsung disambut oleh Bp. Giyono setelah itupun kami diberikan sandinya yaitu berupa sandi kotak. Lalu kamipun disuruh mengerjakan di perpustakaan. Setelah kami mengerjakan setelah 5 menit kamipun mampu membaca sandi tersebut yaitu berbunyi “POS I DI MASJID JAMI’ ARROZI TEMPUR SARI, NGAWEN, KLATEN” setelah itupun kami berdua baru sadar bahwa kami berdua berasal dari daerah selatan sehingga kamipun benar-benar nggak tau dimana desa Tempur Sari tersebut terletak.

Kamipun tidak mau menyerah walaupun kami berdua berasal dari selatan kamipun langsung bertanya kepada Bapak Guru yang pada waktu itu baru membaca di perpustakaan. Setelah itu kami diberitahu jalannya yaitu lewat desa kemit kemudian ke timur baru ke utara. Kamipun langsung berjalan kembali untuk menuju pos 1 sesuai petunjuk yang diberikan Bapak Guru tersebut tapi kamipun juga tidak lupa bertanya kepada orang yang kami temui di jalan. Agar kami tidak sampai salah arah setelah satu jam lebih berjalan akhirnya kamipun sampai di pos 1 yaitu di masjid Arrozi Tempur Sari. Sesampainya kami Di pos 1 kami diuji tayamum dan sholat jenazah. Setelah kami berdua telah sampai/selesai kamipun diberikan sandi koordinat untuk menuju pos berikutnya yang setelah kami baca. “POS 2 DI RUMAH DINAR, BONYOKAN, JATINOM”

Setelah itupun kami bertanya kepada penduduk karena kita harus berjalan setelah diberi tahu kamipun melanjutkan perjalanan tapi di tengah jalan kamipun mendengar suara adzan dan akhirnya pun kami berdua menuju masjid tersebut yaitu masjid AL-HUDA setelah sholat di situ kami juga menikmati mie yang kita masak dengan alat sederhana menggunakan spirtus setelah kami makan mie itu dan istirahat barulah pukul 13.00 kami melanjutkan perjalanan tapi di tengah jalan menuju pos berikutnya aku sudah gak kuat dan letaknya di tengah sawah akhirnya pun Agus aku ajak terus berjalan sampai di pos setelah sampai di rumahnya Dinar aku sudah benar-benar menyerah tapi kami mendapatkan taruna dan pengalaman yang berharga saya tak mau menyerah di pos itu saya diberikan tugas untuk rapling setelah selesai melakukan rapling saya mendapatkan petunjuk lagi untuk menuju pos berikutnya yaitu toko “ZODIAK” TUKARKAN UANG Rp 1000 dengan RECEH 100”

Saya pun langsung menuju ke toko zodiac itu yang ternyata adalah “TOKO LEO” tapi sebelum sampai ke toko itu saya tidak lupa menukarkan uang seribu saya dengan uang receh ratusan dan pada waktu menukaran saya disuruh minum dan istirahat dulu karena toko yang saya tukari uang itu ternyata toko miliknya Ibu mantan HW juga tapi di situ kami pun cuma istirahat sebentar karena saya menyadari kalau saya berada paling belakang tapi sebelum berangkat pun kami tidak lupa menanyakan dimana toko LEO setelah diberitahu arahnya saya pun berjalan secepat-cepatnya agar mampu menyusul teman-teman peserta yang ada di depan setelah berjalan kurang lebih 2 km saya pun sampai di toko LEO dan di depan itu sudah ada kakak panitia yang menemui saya di situ . Saya diberikan tugas untuk menyanyi 10 lagu HW tapi sebelum bernyanyi wajah saya dicoret-coret dulu dengan cat hijau dan kuning dan menghadap ke jalan mungkin di sekitar situ menganggap kayak orang gila. Setelah selesai menyanyikan 10 lagu HW saya diberikan tugas yang kedua di pos itu yaitu saya diberi uang dua ratus rupiah silakan dibelikan dua macam makanan dan makananya gak boleh sama, saya pun sempat berfikir “BENERAN GAK SICH UANG Rp 200,- DAPAT DUA MAKANAN GAK SAMA LAGI?.....” tapi saya pun akhirnya tidak menyerah dan mungkin jadi pengalaman berharga buat saya yang tidak akan pernah lupakan. Ternyata saya akhirnya di bantu oleh ibu penjual di pinggir jalan yang bernama Bu Kusmiyati saya diberikan permen dan kwaci yang harganya Rp 500 mungkin apabila saya bisa bertemu ibu itu lagi saya akan berterima kasih lagi. Setelah tugas yang ke dua selesai ternyata masih ada tugas lagi yaitu suruh berjalan ke SMEA Jatinom untuk minta tanda tangan kepada tukang kebun itu, setelah itu saya menuju kebelakang smea tersebut Karena di situ kakak-kakak panitia sudah menanti untuk memberikan sandi agar sampai ke pos berikutnya. Ternyata diberikan sandi rumput yang artinya “RUMAH IBU ROFATUN KEBONAN NGAWEN KLATEN ITULAH POS 2 DI SANA KAMU HARUS TERTAWA SULIT YA CAPEK DEH”

Tapi setelah disitu saya merasa agak tenang karena sudah bias bersama teman peserta tidak seperti sebelumnya berjalan sendiri, akhirnya kami pun sembilan orang berjalan bersama menuju Kebonan Ngawen, Klaten. Tapi sesampainya disana kami bertanya kepada penduduk tapi ternyata satu desa tersebut tidak ada yang bernama ibu rofatun tetapi disitu kita juga berfikir bahwa rumah di desa Kebonan hanya mas Iwan Satriana jadi kami pun langsung kerumahnya mas iwan ternyata benar kakak-kakak panitia telah menunggu dan disitu kami diberikan tugas bersih-bersih rumah tersebut. Disitu kita semua sholat maghrib dan, isyak dan juga masak mie yang kedua kalinya selama perjalanan setelah itu kami berempat belas di jadikan satu regu dan saya pun ditunjuk sebagai ketua akhirnya kami 14 orang bersama-sama menuju kantor kepala desa ngentak dan disitu kami disuruh menggambar papan kantor tersebut. Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan kerumahnya mas sartono kami pun berjalan bersama dan tidak berpisah akhirnya pukul 21.00 kita sampai di rumah mas sartono dan disitu kita semua disuruh membuat hasta karya. Setelah semuanya selesai membuat kami melanjutkan perjalanana menuju SMP Muh 5 Ngupit karena pos istirahatnya di sana dan kami pun berjalan bersama di pandu mas Sartono karena dia yang paling tahu daerah tersebut. Di tengah jalan sebelum sampai di SMP Muh 5 Ngupit kami berhenti untuk istirahat setelah kita istirahat selama 25 menit kami melanjukan perjalanan.

Tapi pada waktu kaki bergerak ternyata salah satu peserta ada yang pingsan dan akhirnya kami pun membuat dlagbar dari tongkat dan tali yang kami bawa akhirnya pun dalam waktu 5 menit dlagbar pun sudah jadi dan kami memanggul peserta yang pingsan itu sampai di SMP MUH 5 NGUPIT yaitu pada pukul 23.20 setelah itu kita semua tidur di tempat dan peralatan seadanya.

Pada pukul 04.15 kami pun bangun bersama-sama dengan badan yang tidak berdaya dan dingin yang menusuk tulang-tulang kita akhirnya kami pun dijelaskan tentang UU pandu HW oleh mzie. Setelah selesai akhirnya adzan subuh menggema dan akhirnya pun kami semua sholat subuh bersama di masjid AT-TA’AWUN selesainya sholat subuh kami melepaskan otot-otot yang tegang setelah sehari setengah malam berjalan kemudian kami pun mandi bersama-sama juga sehabis mandi ternyata perut kita keroncongan akhirnya pun kami bersama memasak mie lagi dan membuat susu, setelah perut yang lapar terisi dan tenaga sudah kembali kami diberikan lagi tugas yang berat, susah, tapi seneng yaitu kita harus membantu warga sebagai rasa bhakti social kami kepada masyarakat dan saya pun ditunjuk sendirian. Lalu saya berjalan ke masjid sebelah utara di desa Ngupit pada waktu itu saya langsung minta ijin kepada takmir masjid setempat akhirnya kami pun diijinkan dan di situ saya bertemu dengan dua teman peserta yaitu Umi dan Dinar akhirnya kami bertiga membersihkan masjid itu sampai pukul 11.00 tapi tidak disangka kami diberikan minum dan pisang serta roti. Walaupun kami sudah/hanya makan satu buah pun ternyata lezat sekali mungkin itulah benar-benar kenikmatan pada waktu lapar kami pun terus pantang kepada takmir masjid ternyata kami malah diberikan lagi 3 mie ayam tapi karena banyak kami bertiga cuma makan 2 dan yang 1 kami bawa sebagai oleh-oleh kakak-kakak panitia setelah kami benar-benar kenyang kami terus mencari 3 makanan seharga Rp 300 sebelum kami berangkat ternyata kami diberikan uang Rp 2000 katanya untuk beli makanan setelah kami mendapatkan makanan kami kembali ke SMP MUH 5 NGUPIT dan di sana datang yang terakhir dan disuruh cerita baru kita sholat dzhuhur setelah sholat kita harus melantunkan yel-yel tiap regu. Habis itu karena sudah senang semua baru acara pelantikan dan itulah acara yang paling penting kita tunggu-tunggu selama 2 hari 1 malam selesainya pelantikan kami anggota putra kembali ke markas HW kita dengan jalan kaki dan kami dengan uang Rp 3500 membeli aqua di jalan dan anehnya kita dikasih 3 buah botol. Alhamdulillah …

Kesan : Seruu !!!!

Pesan : Teman – teman DKD Taruna I terima kasih atas kebersamaanmu …, Kakak – kakak DKD Taruna II dan Kwarda, thanks ya semuanya ….


By. DKD6_Dani Purwanto
(SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara)


Pada sabtu pagi perjalanan dimulai setelah upacara pemberangkatan peserta dibagi 2 orang regu. Kita ditugaskan untuk menuju tempat yang diperintahkan untuk mengambil petunjuk menuju pos I. kemudian kita menuju pos I dengan tugas keislaman, setelah itu menuju jembatan Bonyokkan buat rpling, setelah itu kita menukarkan uang seribuan jadi uang logam 100, setelah itu ke pos II tugas menyanyi perjuangan Muhammadiyah dan disana diperintah buat jajan makanan dua jenis namun dengan uang Rp 200, saat itu saya membeli apa, akhirnya beli diwarung, akhirnya dengan uang tersebut saya dikasih dua jenis jajanan, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ke pos berikut, disana disuruh mengartikan sandi rumput yang merupakan petunjuk pos berikutnya.

Kemudian setelah menyelesaikan sandi tersebut kami menuju rumah mz.Iwan. Setelah sampai disana kami berangkat bersama-sama menuju balai desa Nggatak, walaupun sudah malam,capek dan dingin menusuk kulit,kami tetap semangat dan untuk menambah semangat kami bercanda dan bernyanyi gitu……

Setelah sampai balai desa, kami disuruh buat gambar papan nama balai. Setelah itu kami menuju rumah pakdhe Sartana. Sampai disana kami membuat hasta karya, kemudian menuju SMP 5 Ngupit, walaupun ditengah perjalan salah satu teman kita ada yang gugur 1 karena capek langsung dengan lelet kami buat diakbar untuk nemandunya ke SMP. Sampai disana kami langsung terlelap tidur karena sangat capek seharian jalan.

Pagi harinya kami sholat dan MCK, setelah itu kami masak makanan bersama-sama buat makan. Selesai itu kami ditugaskan untuk membantu sosial saya ditugaskan untuk membantu di koramil, setelah jam 11.00kami ke SMP lagi dan melaksanakan upacara pelatihan, setelah itu kami pulang ke kantor HW.


Peserta UKTT 1 tahun 2008
(selain yang di atas)

DKD5_Nikmah Rahtami
(SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara)



DKD5_Reyza Fiorita Pribadi
(SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara)



DKD6_Agus Tri Yuniawan
(SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara)


DKD6_Danang
(SMK Muhammadiyah 4 Klaten Tengah)


DKD6_Arief
(SMK Muhammadiyah 2 Jatinom)


DKD5_Dinar Septerina
(SMK Muhammadiyah 1 Jatinom)


DKD6_Erwanto
(SMK Muhammadiyah 2 Jatinom)


DKD6_Eddy Candra
(SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara)


DKD5_Farikhah Z. S
(SMA Negeri Karanganom Klaten)


DKD5_Mukhlas
(SMK Muhammadiyah 4 Klaten Tengah)


Wassalam ...

3 komentar:

Post a Comment