Hari Kemerdekaan Agustus 2008


No. Urut Drumband DKD 44 pada Karnaval tanggal 19 Agustus 2008


MEMORIAL
DRUMBAND DKD HW 2008


Drumband DKD ada sejak tahun 2003. Drumband DKD dibentuk sebagai generasi penerus PGT (Pasukan Genderang Terompet) Eyang-eyang HW Wreda, karena eyang-eyang HW sudah semakin tua. Pada waktu itu alat yang dipakai adalah alat yang biasa dipakai eyang-eyang wreda (PGT). Alat yang pada waktu itu hanya ada Senar Drumb (tambur). Kwarda HW Klaten mengusahakan kelengkapannya yaitu belera, tenor, bassdrumb dan simbal. Sehingga pinjamlah alat-alat itu dari berbagai pihak. Sebagian besar pinjam dari SMA Penampungan yang sekarang menjadi SMK Nasional. Drumband DKD dilatih oleh Bp. Nono yang rumahnya di belakang Panti Asuhan Yatim Putra (sekarang_2008).


Aksi Pasukan Drumband HW Tulung dan Panser DKD HW Klaten pada tanggal 17 Agustus 2008 saat Upcr. Kemerdekaan RI di Lapangan Tulung Klaten

Aksi Drumband Panser DKD HW Klaten pada tanggal 17 Agustus 2008
Jumlah 101 orang di Lapangan Jokopuring (Upcr. Penurunan Bendera)


Aksi Pasukan Bendera DKD HW Klaten pada tanggal 17 Agustus 2008
di Lapangan Jokopuring (Upcr. Penurunan Bendera)


Setiap tahun DKD eksis dalam kegiatan-kegiatan intern HW, lingkungan Muhammadiyah maupun yang bersifat nasional. Dalam setiap event HW, Drumband DKD pentas dengan atraksinya. Disetiap Kegiatan Muhammadiyah dan Ortomnya Drumband DKD tak luput menampilkan atraksi-atraksinya. Apalagi dalam setiap upacara kenegaraan maupun Karnaval Hari kemerdekaan, Drumband DKD yang banyak dikenal orang karena atraksinya yang mengagumkan. Dengan Drumband tersebut syiar Islam, Muhammadiyah dan HW dapat dikenal khalayak ramai.


Aksi Mayoret DKD pada tanggal 17 Agustus 2008
di Lapangan Jokopuring (Upcr. Penurunan Bendera)


Aksi Mayoret DKD pada tanggal 17 Agustus 2008
di Lapangan Jokopuring (Upcr. Penurunan Bendera)


Aksi Mayoret DKD pada tanggal 19 Agustus 2008
Karnaval di Sepanjang Jl. Pemuda Klaten (GOR Klaten - Kantor Pemda)


Mayoret DKD adalah Anggota DKD Putra. Jadi selama ini DKD belum pernah mempunyai mayoret perempuan dikarenakan dalam setiap atraksinya DKD menggunakan fisik yang lebih sehingga tidaklah etis ketika yang melaksanakan itu adalah perempuan. Mayoret-mayoret DKD HW Klaten dari yang pertama sampai sekarang adalah : Rico Anggoro, Kimpul Miyanto, Ten Rawal, Muhammad Dzikron, Febri Kusnadi, Sholikhin Dalil, Tri Yulianto dan Muhammad Yusron.


Penghormatan Mayoret DKD Sebelum Beraksi
(Sholikin Dalil)


Latihan demi latihan yang dilaksanakan DKD tersebut tidaklah sia-sia. Pada tahun 2008 ini hasil buah karya DKD melahirkan Pelatih-Pelatih Drumband yang namanya sudah melejit di Kota Klaten. Diantaranya Miftahurrozaq, Burhanudin, Iwan Satriana, Miftahul Hudha, Lina Suryono, dan Endriawan. Semua itu tidak terlepas dari didikan yang telah diberikan oleh Pelatih Drumband DKD yaitu Bp. Nono. Pelatih-pelatih tersebut melatih dari tingkat TK sampai SMA. Disamping itu pula mereka sudah melatih merambah keluar Klaten, diantaranya di Kabupaten Boyolali.


Ibunda - ibunda kita yang setia mengawal putra - putrinya pentas karnaval
(Ibunda Muzayanah - Ibunda Nurrohmah Hayati)


Ramanda Sukasno yang setia mengawal putra - putrinya pentas 17 Agustus 2008

Desember 2007, semua alat-alat DKD resmi dikembalikan kepada pemilik-pemilikya. Sehingga alat yang ada hanyalah alat bantuan dari PDM Klaten, yaitu berupa tambur 12 buah. Menghadapi tahun 2008 ini Kwarda HW Klaten nampaknya harus bekerja keras untuk memenuhi dan mempertahankan Drumband DKD tersebut. Dengan berbagai jalan ditempuhnya untuk dapat membeli alat Drumband tersebut. Diantaranya dengan iuran semua Pengurus Kwarda maupun simpatisan. Dalam proses iuran anggota tersebut mendapat usul untuk minta bantuan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Kantor Pemda Klaten. Kwarda HW Klaten audensi dengan PDM dan PDM Majelis Dikdasmen untuk mengajukan permohonan bantuan. Akhirnya perjalanan minta bantuan ke sekolah-sekolah dimulai. Surat Permohonan bantuan Pembelian Alat pun juga dilayangkan ke kantor Pemda Klaten.

Dana yang terekap untuk membeli alat tersebut adalah Rp 26.500.000 (Dua puluh enam juta lima ratus ribu rupiah). Akhirnya pengurus Kwarda HW Klaten sepakat untuk iuran. Jumlah tersebut tidaklah sedikit. Iuran Pimpinan Kwarda terkumpul Rp 2.300.000 . Jumlah tersebut belumlah memadai untuk membeli alat. Karena bulan Agustus 2008 semakin dekat, dan dana belum terkumpul maka memberanikan diri untuk pinjam uang untuk membeli alat drumband tersebut. Akhirnya berkat usaha dari Bu Fatimah dan Bp. Kasno cairlah uang Rp 10.000.000 dari Bu Wid (Alm) (Hutang). Dana tersebut segera untuk dibelikan alat. Sehingga dengan uang tersebut dapat membeli alat : Tambur 8, Marchingbell 12 dan bassdrumd 3 buah. Uang yang diperoleh dari iuran anggota Kwarda, Simpatisan, maupun sekolahan sedikit demi sedikit untuk membayar hutang tersebut. Dari kantor Pemda Klaten sudah mendapat jawaban, katanya ACC Rp 10.000.000,- tapi kapan cairnya Wallahualam.

Alat Drumband DKD terpenuhilah sudah, namun kali ini yang dihadapi adalah para anggota DKD yang telah banyak lulus sehingga banyak yang tidak aktif. Sehingga diambillah keputusan dalam rapat pengurus untuk merekrut anggota baru. Surat permohonan dibuat dan ditujukan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah tingkat SLTA di Kabupaten Klaten. Hari Rabu, 23 Juli Zie, Sartono dan Endriawan dengan berseragam HW lengkap silaturahim ke sekolah-sekolah Muhammadiyah dan menjelaskan maksud kedatangannya. Kedatangannya disambut dengan baik oleh guru-guru di Sekolah Muhammadiyah tersebut.

Hari Jum’at, 25 Juli 2008 terkumpullah anggota baru dengan jumlah 115 orang anggota baru. Latihan demi latihan dilaksanakan dan akhirnya seleksi alam berlaku. Sehingga yang aktif sampai pada hari H hanyalah 83 orang. Dari Pihak Kwarda mengukuhkan anggota baru dengan memberikan Pita Klencer warna biru kuning dan disematkan dilengan kirinya sebagai tanda diakuinya sebagai anggota inti Kwarda HW Klaten.


Aksi Bassdrumb DKD HW Klaten
pada pentas 17 Agustus 2008 di Lapangan Jokopuring


Latihan dimulai hari Ahad jam 08.30 di Komplek Staim Klaten untuk seleksi. Latihan yang hanya ± 3 minggu itu membuahkan hasil yang memuaskan. Tanggal 17 Agustus 2008 pentas dalam Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Jogopuring, Klaten Utara. Dengan atraksinya, penampilan Drumband DKD mendapatkan sambutan yang meriah dari para peserta upacara.

Tanggal 19 Agustus 2008 Drumband DKD Pentas pada karnaval memperingati hari kemerdekaan. Berjalan dari GOR Klaten sampai Kantor Pemda Klaten (sepanjang Jl. Pemuda Klaten). Sebagai cirri khas Drumband DKD adalah atraksinya maka sepantasnyalah ketika Drumband DKD beraksi banyak yang bersorak-sorak senang.

Semoga Drumband DKD HW Klaten tetap jaya!!

Amien

(By. Zie)

Dokumentasi Tanggal 17 – 19 Agustus 2008
(Berikan Komentar Ya???)


Cahyo - Huda - Sartono - Dalil


Sartono - Dalil - Cahyo - Huda


Sartono - Burhanudin


Ne Mas Arifin (Ketua DKD HW Klaten Angkatan 1)
waktu mendampingi adik - adiknya pentas Karnaval


DKD HW Klaten - Menwa UNWIDHA Klaten


Makan bersama setelah pentas selesai

Makan bersama setelah pentas selesai


Wah ne loo pose Mbak Ulil waktu ikut mendampingi adik - adiknya pentas 17 Agustus 2008


DKD Angkaan 2 (Novita/Neng dari Batam & Ulil dari Jakarta) waktu mendampingi adik - adiknya pentas 17 Agustus


Selesai sudah ....

Salam ...



1 komentar:

Post a Comment