Jambore Nasional I


Memorial Jambore Nasional ke - 1
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Tahun 2005
Wana Wisata Coban Rondo, Batu, Malang, Jawa Timur, 2 – 6 Juli 2005



Alhamdulillah, Muktamar ke-45 Muhammadiyah, yang selama ini ditunggu oleh keluarga besar Muhammadiyah, menjadi kenyataan da
pat berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 3 – 8 Juli 2005. Tempat Muktamar ke-45 dipusatkan di kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas.


Jambore Nasional ( Jamnas ) Pandu HW, pada tanggal 2 – 6 Juli, merupakan salah satu program penyerta muktamar yang dimaksudkan untuk turut menyemarakkan dan memeriahkan Muktamar ke-45. Selain Jamnas Pandu HW yang memilih lokasi di Wana Wisata Coban Rondo Desa Pandensari, Kec. Pujon, Kab. Malang, Kwarpus juga menyelenggarakan Saresehan Pandu Wreda.



Ada dua tema yang diambil untuk Jamnas Pandu HW, yaitu pertama
" Jambore Nasional Pandu HW Di Pundakku Masa Depan Bangsaku " dan kedua " Jambore Nasional Pandu HW Menyiapkan Generasi Beraqidah dan Berakhlaq Mulia ". Sedangkan Saresehan Pandu Wreda bertema " Silaturrahim Pandu Wreda Melestarikan Jiwa dan Semangat Pandu Sejati ".


Jamnas Pandu HW hakikatnya merupakan Perkemahan Pengenal HW (umur 11-15 th). Diharapkan tiap Kwarda Gerakan Kepanduan HW mengirimkan maksimal dua regu putra dan dua regu putri, dan tiap-tiap Kwarda disertai lima orang pendamping. Kwarda HW Klaten mengirimkan tujuh pendamping pembina, dua regu putra dan dua regu putri, yang mana tiap anggota regu yang dikirim tentu telah melalui seleksi karena mereka yang terpilih itu akan mewakili daerahnya masing-masing, termasuk Klaten.


Dan mereka adalah :


1.

Rivan Dwi Prasetyo

SMK Muhammadiyah 1 Jatinom

Peserta

2.

Sidiq Suryadi

SMK Muhammadiyah 2 Jatinom

Peserta

3.

Muhammad Syukron

SMP Muhammadiyah 2 Jatinom

Peserta

4.

Muhammad Khairiskam

Kwarcab Kltn Tgh / SMPN 2 Klaten

Peserta

5.

Arif Budi Prayitno

SMP Muhammadiyah 3 Cawas

Peserta

6.

Agung Nur Rohman

SMP Muhammadiyah 8 Wedi

Peserta

7.

Grahadika Astama

SMP Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

8.

Muhammad Candra Kumala

Kwarcab Ngawen / SMP Al Islam

Peserta

9.

Yulianto

SMP Muhammadiyah 7 Bayat

Peserta

10.

Imam Ahmad Amien A R

MTs Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

11.

Wardi

SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara

Peserta

12.

Sapto Hartanto

SMK Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

13.

Sabdian Novianto

SMK Muhammadiyah 4 Kltn Teng

Peserta

14.

Susilo Margono

SMK Muhammadiyah Delanggu

Peserta

15.

Andi Prasetyo

SMP Muhammadiyah 4 Delanggu

Peserta

16.

Mustofa Khairul Umam

SMP Muhammadiyah 4 Klaten

Peserta

17.

Wiji Sugianto

SMP Muhammadiyah 19 Juwiring

Peserta

18.

Suryono

SMP Muhammadiyah 8 Wedi

Peserta

19.

Edwin Ady Setyanto

SMP Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

20.

Agustina Nur Aini

SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara

Peserta

21.

Nasyiah Uswatun Khasanah

Kwarcab Kltn Utr / Mu'allimaat Yk

Peserta

22.

Sivi Budiananda Sholikhah

Kwarcab Ngawen / SMPN 1 Klaten

Peserta

23.

Wahyu Septian L

SMP Muhammadiyah 3 Cawas

Peserta

24.

Riska Kartika Sari

SMP Muhammadiyah 5 Ngupit

Peserta

25.

Rachmawaty

SMP Muhammadiyah 6 Manisrenggo

Peserta

26.

Aulia Sri Priyanti

SMP Muhammadiyah 9 Karanganom

Peserta

27.

Dani Hermawati

SMP Muhammadiyah 7 Bayat

Peserta

28.

Meinawati Widyaningsih

SMP Muhammadiyah 19 Juwiring

Peserta

29.

Febri Astuti

SMK Muhammadiyah 1 Prambanan

Peserta

30.

Nur Rahmatullaili

Kwarcab Kltn Utr / SMPN 2 Klaten

Peserta

31.

Winda Wati Sera Riana D

SMP Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

32.

Yois Sarifah Waliyanto

SMP Muhammadiyah 1 Klaten

Peserta

33.

Syaidah Ani Lestari

SMP Muhammadiyah 11 Jogonalan

Peserta

34.

Nur Hati Indah Permata S

Kwarcab Ceper / SMPN 4 Delanggu

Peserta

35.

Farikhah Zahrotus S

SMP Muhammadiyah 9 Karanganom

Peserta

36.

Afifia Najiha

Kwarcab Ceper / SMPN 1 Klaten

Peserta

37.

Tutiana Sri Handayani

SMP Muhammadiyah 12 Karangdowo

Peserta

38.

Mufidatul Fatwiyati H J

MI Muhammadiyah Mrisen Juwiring

Peserta

39.

Nur Rahmah Hayati

Kwarda HW Klaten

Pendamping

40.

Marsudi

Kwarda HW Klaten

Pendamping

41.

Siti Muzayanah

Kwarda HW Klaten

Pendamping

42.

Suparlan

Kwarda HW Klaten

Pendamping

43

Giyono

Kwarda HW Klaten

Pendamping

44.

Tri Waluyo

DKD HW Klaten

Pendamping

45.

Fitri Abdul Hakim

DKD HW Klaten

Pendamping


Nech Fotonya :


Foto saat pemberangkatan


Dengan maksimal kontingen dari Klaten dapat mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir.


Disamping itu Kwarda HW Klaten juga mengikutkan pandu wreda yang berjumlah + 30 orang untuk mengikuti Saresehan Pandu Wreda, dan juga untuk memeriahkan upacara pembukaan jambore tersebut dengan genderang terompetnya.


Ahad, tanggal 10 April 2005 Kwarda HW Klaten mengadakan upacara pembukaan latihan rutin peserta Jamnas di pelataran STAIM Klaten, yang dihadiri oleh semua peserta Jamnas dan beberapa dari Kwarda HW Klaten. Dari pertemuan tersebut di bentuk pula dua regu putra dengan nama masing-masing Rajawali dan Garuda serta dua regu putri dengan nama Anggrek Kala dan Matahari. Dan masing-masing regu membentuk ketua dan wakilnya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan perkenalan para peserta, pendamping dan pembina. Dan dari pertemuan tersebut disepakati pula bahwa setiap Ahad adalah hari latihan rutin peserta Jamnas Pandu HW. Dari latihan tersebut, kami para peserta Jamnas mendapatkan pengetahuan tambahan, antara lain P3K, PBB, Lagu-lagu HW, Materi Kepanduan, Materi Agama, begitu pula dengan Outbondnya.


Setelah mengikuti beberapa kali latihan, pada hari Ahad, tanggal 22 Mei 2005 Kwarda HW Klaten mengadakan try out untuk gladi resik peserta Jamnas yang bertempat di sekitar mata air Cokro, Tulung, Klaten. Sebelum berangkat ke Malang, dengan mengenakan seragam HW lengkap kami pun tak lupa untuk berpamitan ke Kantor Bupati Klaten.


Foto saat pemberangkatan


Jum'at, tanggal 1 Juli 2005 ba'da sholat jum'at satu armada truk datang dan berhenti di depan Toko Khasanah Muslim An-Nuur. Dengan semangat para kakak pendamping atau yang lainnya ( Zie, Miftah, Iwan, Burhan, Fitri, Tri, dll ) menaikkan barang-barang kebutuhan jambore yang telah disiapkan sebelumnya maupun barang yang akan dijual dalam bazar jambore tersebut ke atas truk. Sebelum maghrib peserta mulai berdatangan, setelah menunaikan sholat maghrib dan isya' kami dikumpulkan dan diberi pengarahan. Pukul 20.00 WIB satu bus besar dan kecil datang dan berhenti di depan rumah Bp. H. Sukasno, setelah itu para peserta menaikkan barang bawaan mereka dan menempatkan diri di tempat duduk masing-masing. + pukul 21.00 WIB kami mulai meninggalkan kota Klaten tercinta.


Perjalanan Klaten-Malang + 8 jam. Diperjalanan kami sempat berhenti di Pom Bensin. Selain bahan bakar bus habis, kami juga diberi sedikit kesempatan untuk ke belakang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan.


Sabtu, tanggal 2 Juli 2005 pukul 05.00 WIB kami telah sampai di Kompleks Wana Wisata Coban Rondo. Setelah menyelesaikan administrasi untuk masuk ke daerah wisata, kami melanjutkan perjalanan menuju Bumi Perkemahan. Setelah sampai kami semua turun untuk sholat subuh berjamaah di mushola. Waktu kami turun dari bus udara dingin mulai merasuk hingga ke dalam tulang.


Dingin banget.......


Foto saat pemberangkatan


Kemudian kami dikumpulkan untuk diberi pengarahan. Setelah tahu lokasi pendirian tenda, kami mulai membawa perlengkapannya ke lokasi pendirian tenda dan mulai mendirikannya. Sedangkan sebagian pendamping menurunkan barang-barang dari truk dan membawa barang dagangan ke tempat bazar. Karena hari itu belum begitu efektif, setelah mendirikan tenda para peserta Jamnas ada yang tidur-tiduran, ada juga yang jalan-jalan di sekitar Buper. Pukul 14.00 WIB kabut sudah mulai turun, makanya dingin banget. Setelah sholat isya' kami berkumpul di depan tenda untuk berlatih yel-yel. Kami juga sempet saingan suara lho sama arek-arek HW Purwokerto yang kebetulan tenda mereka ada di depan tepat tenda kami. Tetangga githu .......


Ahad, tanggal 3 Juli 2005 kami dikumpulkan di depan tenda dengan seragam HW lengkap untuk mengikuti upacara pembukaan. Dengan armada truk kami para peserta Jamnas dari berbagai kontingen di seluruh nusantara dibawa ke lokasi upacara pembukaan. Pukul 08.00 WIB semua peserta sudah sampai di stadion.


Suasana semakin ramai dengan hadirnya grup-grup drumband dari berbagai daerah. Peserta ditata sedemikian rupa supaya semua peserta dapat masuk ke lapangan stadion tersebut. Semua anggota dan ortom Muhammadiyah se Malang pun ikut memeriahkan upacara tersebut.


Upacara selesai dilanjutkan dengan pawai ta'aruf dari stadion menuju Wisma Bima Sakti tempat Saresehan Pandu Wreda. Jarak tempuh yang begitu jauh membuat beberapa peserta tampak kelelahan. Namun dengan tekad yang kuat akhirnya kami dapat menyelesaikan pawai tersebut sampai dengan finish.


Dari finish tersebut para peserta di bawa kembali ke Buper dengan armada truk. Sesampai di Buper semua melepas lelah dan setelah sholat ashar masing-masing ketua dan wakilnya berkumpul di taman gajah untuk diberi pengarahan tentang kegiatan selanjutnya.


Pagi itu hari Senin, tanggal 4 Juli 2005 setelah sholat subuh kami kontingen dari Kwarda HW Klaten mengadakan senam poco-poco di depan Kedai HW Bp. H. Sukasno dengan seorang instruktur, yaitu Ibu Ema. Setelah senam kami jalan-jalan ke air terjun coban rondo, walaupun perjalanan jauh tapi subhanallah pemandangannya sangat indah. Karena kami tidak punya banyak waktu setelah foto-foto akhirnya kami pulang ke Buper.


Sesampainya di tenda kami sempat dimarahi oleh Pak Parlan. " Wong udah tahu klo ada kegiatan kok malah jalan-jalan ", kata Pak Parlan. Akhirnya kami langsung ganti baju untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, Satuan Penolong untuk HW Putri dan Tadabur Alam untuk HW Putra.


Dalam mengikuti satuan penolong peserta Jamnas harus melewati beberapa pos, antara lain Pos 1 adalah pos isolasi. Disini para peserta di data tentang kelengkapan alat-alat pertolongan, tanda-tanda kelengkapan regu penolong dan kami diwajibkan untuk membuat tandu darurat. Pos 2 adalah pos medis, kemudian Pos 3 adalah pos turun tebing, Pos 4 adalah pos sungai, Pos 5 adalah pos naik tebing, sedangkan Pos 6 adalah pos lorong sempit, dan yang terakhir adalah pos rumah sakit darurat.


Setelah melewati jalan yang panjang akhirnya para peserta Jamnas sampai ke tenda masing-masing. Saat kami kembali ke tenda, kami mendapat kabar kalau HW Putra Tadabur Alamnya ngeri banget. Bayangin mereka disuruh jalan di got atau kubangan ( tau kan klo kubangan tu warnanya gimana ), setelah itu mereka disuruh makan dedaunan githu, tapi walaupun githu arek-arek HW Klaten tetep semangat lho ........


Selasa, tanggal 5 Juli 2005 setelah makan pagi bersama di tenda putri, kami melanjutkan kegiatan di hari itu. HW Putra mengikuti Satuan Penolong, sedangkan HW Putri mengikuti Tadabur Alam. Dalam Tadabur Alam para peserta Jamnas dibagi menjadi dua kelompok. Pertama adalah Musafir Camp yang berjumlah 3 peserta di setiap regu, yang kedua adalah Safari Camp yang berjumlah 7 peserta dan dua yang lainnya selain menjaga tenda mereka juga mengikuti Pengetahuan Kedirgantaraan yaitu pembuatan pesawat terbang dari kayu. Dan mulai saat itu acara kesasar dimulai.


Pukul 08.00 WIB Musafir Camp mulai berjalan dengan 20 barisan. Dan peserta Jamnas dibagi lagi menjadi setiap kelompok yang terdiri dari 1 peserta dari setiap kontingen. Pos 1 adalah pos pembentukan kepengurusan dan pembuatan yel-yel. Setelah semua sudah terbentuk peserta Jamnas meneruskan perjalanan ke pos selanjutnya. Pos 2 adalah pos tentang kompas bidik. Perjalanan menuju pos 2 banyak sekali rintangan, ntah itu jalanan yang licin maupun menanjak. Oleh karena itu para peserta diwajibkan untuk membawa tongkat dan bekal makanan atau minuman.


Setelah sampai di pos 2, para peserta diberi pengarahan tentang materi kompas bidik. Sambil mendengarkan kami makan kentang bakar yang dibakar oleh panitia dari Kwarda HW Lamongan. Setelah selesai memberikan materi para peserta disuruh untuk mencoba apa yang tadi dijelaskan. Saat mau mencoba berkelompok, tiba-tiba dengan cuaca sangat cerah tanpa diundang hujan lebat mengguyur kota Malang. Diantara kami ada yang lari menyelamatkan diri ke atas ke gubuk petani, dia ada ( Tutiana dan Ima ), ada juga yang langsung ambil mantel di tas masing-masing. Karena tidak banyak yang bawa mantel jadinya mantel satu untuk berbanyak, udah gitu mantelnya bolong lagi ....... basah dech .....


Akhirnya para peserta hanya bisa berdoa agar hujan segera berhenti. Ternyata bukannya berhenti tapi malah tambah deres. Kami berempat ( Iah, Aini, Rahma, Winda ) akhirnya basah kuyup karena mantel yang dipakai tadi ambruk. Karena hujan tak kunjung pulang, para peserta terpaksa melanjutkan perjalanan. Para peserta tidak melanjutkan ke pos berikutnya, karena untuk sampai ke pos berikutnya harus melewati jurang-jurang yang sangat curam dan dalam, dan itu sangat berbahaya.


Udah gitu ada info kalau para panitia lupa jalan pulang dan ada yang melarikan diri lagi. Ya udah habislah kami disitu. Di tambah lagi tidak ada yang tahu daerah situ, kontingen dari sekitar Malang aja g' tahu daerah situ apalagi Klaten, Kalimantan dan sekitarnya, tambah mlongo deh ....


Akhirnya kami berjalan tanpa arah. Yang tadinya kami harus turun bukit, eh ternyata setelah dihitung-hitung kami malah naik sekitar 10 bukit. Bayangkan gimana ga' pegel tu.... walaupun githu tapi kami tetep semangat lho....... Karena jalanan licin terkena hujan akhirnya kami berjalan dengan bantuan tali. Walaupun gitu diantara kami tetep ada yang jatuh kepleset-pleset. Lucunya temen kami, dia ( Rahma dan Winda ), udah tahu jalannya licin tapi mereka tetep ngotot buat lari, ya udah deh akhirnya mereka terjatuh dan masuk kubangan berdua. Kalian tau kan kubangan tu kalau habis hujan warnanya apa, ditambah itu jalannya dari tanah, blethok deh jadinya ....


Setelah lama berjalan akhirnya kami menemukan juga rumah penduduk. Niatnya mau tanya jalan pulang ke Buper, eh malah penduduk ga' tau yang namanya Buper Coban Rondo tu mana, gawat ga' ne..... penduduk sekitar aja ga' tau coba ....


Saat itu hujan mulai reda, para peserta akhirnya beristirahat sejenak untuk melepas lelah di kebun kol, sekitar tempat penduduk. Udah dingin, baju basah semua, laper lagi .....


Akhirnya tak lama kemudian ada komando untuk melanjutkan perjalanan dan kami berjalan dengan semangat 45. Pukul 15.30 WIB akhirnya kami sampai juga di Buper. Karena tidak tahan dengan baju yang basah kuyup akhirnya kami langsung menuju tenda, tak disangka kami disana disambut dengan rasa haru dan senang oleh teman-teman dan para pembina pendamping. Setelah semua sampai di di belakang tenda, 6 peserta yang tadi tersesat ( Iah, Aini, Rahma, Ima, Tutiana, Winda ) duduk slonjor sambil memijit kaki mereka, karena kelelahan.


Dengan perasaan senang campur gembira campur capek, akhirnya banyak diantara kami berenam menumpahkan air mata. Dengan keadaan baju basah kuyup, sepatu kena lumpur dan wajah yang tidak berbentuk di tambah lagi kami kedinginan, akhirnya kami disuapin dan setelah itu membersihkan diri.


Setelah mandi, kami berenam baru tau kalau ternyata tenda Kontingen HW Klaten juga terkena bencana sunami. Apalagi Kedai milik Bp. H. Sukasno, baru tau kalau disana juga tertimpa gumpalan air dari langit yang menyebabkan tiang penyangga hampir putus.


Waktu sholat maghrib tiba, setelah kami sholat maghrib dan isya' berjamaah, kami semua ( HW Putra dan Putri ) berkumpul jadi satu di tenda darurat kontingen Klaten. Setelah Bp. H. Sukasno memberikan sedikit wejangan, kami makan malam bersama. Malam itu kami tidur dengan sangat nyenyak.


Rabu, tanggal 6 Juli 2005 adalah hari terakhir jambore. Perasaan senang dan sedih bercampur di hati para peserta. Kami senang karena kami akan segera pulang dan bertemu dengan keluarga, namun kami sedih karena harus berpisah dengan sahabat-sahabat baru kami. Tapi semua itu kami terima dengan ikhlas :


" Telah tiba saat berpisah, pisah hanya dilahirnya, dihati kita tetaplah satu karena janji pandu satu. Dalam hati kita tetap ingat akan janji panduku, pun tak kan lupa ku bersyukur pada Mu Tuhanku yang luhur..."


Sebelum upacara penutupan, kami mengikuti permainan persahabatan dan pentas seni. Dalam acara apresiasi seni itu kami Kontingen Kwarda HW Klaten dari HW Putri menampilkan sebuah seni ciptaan kami sendiri. Yaitu bernyanyi dengan lirik yang sangat sederhana, dengan nada yang beraneka macam dan alat musik seadanya, misalnya tutup panci, galon aqua, sendok, gelas, gendang dan masih banyak lagi.


Setelah semua selesai, akhirnya kami membereskan semua barang bawaan dan menaikkannya ke atas truk. Setelah sholat ashar, kami mulai meninggalkan Buper Coban Rondo. Tapi sebelum kami melanjutkan perjalanan untuk pulang, tak lupa kami mengunjungi wisata air terjun coban rondo dan disana kami tidak bisa berlama-lama. Karena hari sudah semakin gelap akhirnya setelah membeli beberapa buah tangan, kami melanjutkan perjalanan.


Di tengah perjalanan kami juga sempat mampir di pasar Batu untuk membeli buah-buahan khas Malang, yaitu apel. Sekitar pukul 21.00 WIB kami berhenti untuk makan malam dan sholat maghrib-isya' di sebuah restaurant, setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang.


Kamis, tanggal 7 Juli 2005 pukul 02.00 dini hari, akhirnya kami sampai juga di kota Klaten tercinta. Karena dianggap masih malam akhirnya kami camp lagi di depan rumah Bp. H. Sukasno. Setelah sholat subuh berjamaah para peserta Jamnas satu per satu mulai meninggalkan rumah Bp. H. Sukasno.


Sayonara.......


Fastabiqul Khairat.




5 komentar:

Post a Comment