Tata Upacara Athfal

Upacara adalah serangkaian perbuatan yang dilakukan atau diadakan dalam tata cara tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan kidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, dalam rangka membentuk tradisi, kepribadian, watak dan budi pekerti yang baik.
Sasaran upacara agar peserta didik mampu :
1. Memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan Negara
2. Memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi
3. Selalu tertib dalam kehidupan sehari – hari
4. Memiliki jiwa gotong royong dan percaya diri pada orang lain
5. Dapat memimpin dan dipimpin
6. Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib
7. Meningkatkan keikhlasan serta menjadi pandu HW yang pandai bersyukur



UPACARA ATHFAL
A. Istilah
Kuntum adalah sekumpulan dari anggota Athfal. Biasanya dalam satu regu terdiri dari ± 10 orang.
Rumpun adalah sekumpulan dari kuntum – kuntum Athfal.
Qobilah/Sekolah adalah pangkalan kegiatan anggota pandu HW.
Pelatih Qobilah/Sekolah adalah pelatih yang mengelola kegiatan di Qobilah/Sekolah yang dipanggil dengan sapaan Ramanda/Ibunda
Kepala Sekolah disebut dalam pandu HW dengan Dewan Pembina



B. Jenis Upacara dalam Athfal
1. Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan
2. Upacara Pelantikan Calon Pandu Athfal
3. Upacara Kenaikan Tingkat
4. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus atau Penghargaan Lainnya
5. Upacara Pindah Satuan Athfal ke Pengenal

C. Perlengkapan
1. Tiang Bendera
2. Bendera (Bendera Rumpun, boleh ditambah Bendera Merah Putih dan HW)

D. Pelaksanaan Upacara Pembukaan dan Penutupan
1. Pendahuluan

  • Formasi Upacara adalah Lingkaran
  • Boleh dilakukan secara protokoler atau otomatis
  • Dalam Pembacaan Undang – Undang AThfal dan Doa boleh memakai teks.

2. Pembukaan

  • Tangan Ramanda/Ibunda ditepukkan, kemudian di tolakkan ke kiri dan ke kanan
  • Athfal bersembunyi di belakang tiang pohon, semak dan sebagainya atau tidak ada boleh bergandengan tangan

3. Inti

  • Setelah Ramanda/Ibunda berseru, “Aulaaadiii....
  • Semua Athfal menjawab : Ya Ramanda/Ibunda ... sambil lari membuat lingkaran dengan berrgandengan tangan
  • Setelah Ramanda/Ibunda memberi isyarat ( tanda lingkaran besar ) turun, semua Athfal menurunkan tangan dengan cepat tetapi tak berbunyi kalau berbunyi diulang
  • Ramanda/Ibunda memegang tiang bendera rumpun
  • Athfal merentangkan tangan dengan telapak tangan di hadapan Ramanda / Ibunda, dada terbuka, kepala agak ke atas, dagu ke muka. Ini berarti hai Ramanda/Ibunda saya telah datang di mukamu dan siap sedia.
  • Ramanda/Ibunda memandang tiang bendera
  • Semua Athfal berseru “Ya”Ramanda / Ibunda, kami selalu tetap giat” wahai Ramanda/Ibunda kami selalu giat bekerja, lalu berdiri tegak bersiap
  • Ramanda/Ibunda mengatakan, “Giat, giat, giat, giatlah”.
  • Giat kesatu sampai ketiga dengan suara perlahan-lahan, dan keempat dengan suara keras.
  • Semua Athfal mengatakan, “Mi Kan Gia, Tap Giat, Giatlah” artinya : kita akan selalu tetap giat bekerja. Pada teriakan terakhir (giaaat), tangan kanan di kepalkan, kaki kiri maju selangkah, pada akhir kata “aaaat” kaki kanan maju dan memberi salam.
  • Ramanda/Ibunda mengucapkan Assalamu’alaikum, Wr, Wb
  • Athfal menjawab “Wa’alaikum salam, Wr.Wb
  • Ramanda/Ibunda mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kedatangan semua Athfal
  • Ramanda/Ibunda memanggil salah seorang athfal
  • Athfal menjawab : “Ya Ramanda/Ibunda” kemudian berlari di hadapan Ramanda/Ibunda member salam kepada Ramanda/Ibunda dan Ramanda /Ibunda membalas salam.
  • Ramanda/Ibunda memerintah balik kanan kepada anak itu dan disuruh membaca undnag – undang.
  • Setelah selesai, athfal menghadap Ramanda/Ibunda dan member salam kepada Ramanda/IBunda
  • Ramanda/Ibunda menyuruh anak itu kembali ke lingkaran.
  • Ramanda/Ibunda memanggil seorang lagi untuk membaca janji Athfal, kalau perlu lagi memanggil satu lagi untuk membaca doa.

4. Penutup

  • Ramanda/Ibunda membubarkan barisan
  • Ramanda/Ibunda melanjutkan dengan permainan – permainan dan latihan – latihan di baik di ruangan atau di lapangan. Namun sebaiknya kegiatan Athfal sebaiknya dilakukan di luar ruangan (lapangan)



0 komentar:

Post a Comment