Kata Sandi Pelantikan Penghela HW

Dengarkanlah
Kerabat Jenderal Soedirman
Kehormatan itu suci
Janganlah kurang amalmu dalam kesukaran
Tenanglah dalam bahaya
Dan katakanlah selalu yang sebenarnya
Janganlah sekali – kali setengah benar atau berarti dua
Sadarlah dalam berkata kepada mereka yang lebih tua darimu
Manusia adalah manusia
Kaya atau miskin adalah lahir
Kita menghormati orang dengan ukuran batin
Meskipun binatang adalah kawan kita
Semua manusia adalah sahabat kita
Dan setiap Pandu adalah saudara kita
Janganlah berbuat sesuatu yang dapat melukai hati atau menghina orang lain
Lalai kewajiban adalah orang yang tidak tahu akan kewajiban untuk berjasa dan menolong orang lain
Pancarkanlah jiwamu dengan riang gembira
Hargailah  dan pergunakanlah sebaik – baiknya sesuatu yang kita terima dari Alloh Yang Maha Kuasa
Kesatria adalah orang yang sopan dan perwira   
Pembela yang lemah serta menolong siapa saja yang tidak dapat menolong dirinya sendiri
Penghela sejati, teguh memegang janji
Kuat imannya dan senantiasa bersujud keharibaan Alloh Subhannahu Wata’ala
Amal ibadah menghias hidupnya
Warga Negara yang taat pada bangsanya
Sadar akan tugas dan kewajiban sebagai patriot tanah air yang setia
Setia pada cita – cita perjuangan bangsa
Tekun dan giat dalam usaha
Insyaf akan makna dan hakekat bermasyarakat
Rukun dan damai dalam hidupnya
Hemat menggunakan segala miliknya, fikir, tenaga serta waktunya
Teliti dalan karyanya, bersahaja dalam sikap dan tindakannya
Ia tersenyum puas , bila dapat berguna
Sedih merana bila tidak  bhakti dalam hidupnya
Penghela Tingkat I, ksatria  sejati, Pandu pertiwi
Berjiwa baja, berhati sutera, bertindak tegas, berjalan lurus, suci dalam pikiran , perkataan  dan perbuatan
Binalah dirimu, hingga kamu mempunyai hati sanubari yang tak pernah beku
Semangat yang tak melukai hati orang lain
Sopan dalam berkata, jujur dalam berbuat adalah pribadi orang yang mulia
Sujudlah pada Alloh Subhannahu Wata’ala, hingga datang “keyakinan”


http://file-explorer.blogspot.com/p/download-kata-sandi-pelantikan-penghela.html

0 komentar:

Post a Comment