Meluruskan Sejarah Jenderal Sudirman

Hizbul Wathan Jawa Tengah mengadakan kegiatan Napak Tilas Jenderal Sudirman dari Rembang, sebagai Tanah Kelahiran sampai di Banyumas sejak tanggal 15 sampai 18 November 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan dan merasakan sedikit perjuangan - perjuangan yang telah dilakukan oleh Panglima Besar Indonesia ini. Dalam kegiatan ini, disepanjang Napak Tilas, hujan lebat, petir menyambar, naik turun gunung, menyeberangi sungai. Semuanya dilewati oleh anggota Pandu Hizbul Wathan. 

Pada Monumen Jenderal Sudirman ada beberapa hal yang menarik perhatian kami. Pertama : Pada miniatur Organisasi Kepanduan yang pernah diikuti labelnya bertuliskan : "1993 - 1935 Aktif dalamkegiatan Kepanduan Hizboel Wathan (HW) sebagai Pemimpin. Tetapi Gambar miniaturnya bukan berseragam HW melainkan PRAMUKA. Kedua : Pada Patung Emas/ Kuningan Jenderal Sudirman dihalaman Monumen, Sudirman memakau seragam HW dengan duk HW dengan Sinar Lambang Muhammadiyah, tetapi batu prasasti yang ditandatangani Presiden RI Soeharto bertuliskan : PATUNG PRAMUKA JENDERAL SOEDIRMAN.

Berikut dokumentasi :

 Sudirman Aktif di Hizbul Wathan

Harusnya Seragam HW bukan PRAMUKA

Prasasti Patung Emas Sudirman


Patung Emas Jenderal Sudirman


Hal yang menarik lainnya adalah ternyata setelah kami telusuri di mbah GOOGLE dengan keyword Biografi singkat Jenderal Sudirman, disana banyak sekali tulisan Soedirman Aktif dalam PRAMUKA HIZBUl WATHAN.





Jenderal Besar Raden Soedirman (EYD: Sudirman; lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun[a]) (Wikipedia). Pada saat Jenderal Sudirman meninggal dunia (1950) belum pernah mengenal PRAMUKA dan Pramuka dilahirkan sebagai di Indonesia Tahun 1961.Artinya 11 tahun sejak Jenderal Sudirman meninggal Pramuka baru ada. Sejarah perlu diluruskan. (Zie)

0 komentar:

Post a Comment