Renungan Hizbul Wathan

Perjalanan waktu telah mengantar diri kita untuk melalui hari-hari yang tiada terasa telah terlewatkan. Kebersamaan, merasa suka duka telah kita lalui untuk mencari cahaya pencerah jiwa yang butuh kasih sayangMu Ya Rabbi.

Ya Rabbi … sembah sujud kupersembahkan keharibaanMu sebagai rasa syukurmu dimana telah engkau berikan senyuman hangatMu dalam jiwa kami.

Jika bukan karena kasih sayangMu tiada mungkin tubuh ini mampu bertumpu pada kedua kaki ini. Jika bukan karena kehendakMu tiada mungkin nafas ini memberi kehidupan yang menggerakkan denyut nadi ini.

Di keheningan malam ini, baru kami rasakan apa itu persaudaraan, baru kami mengerti apa itu rasa lelah. Baru kami fahami bahwa ternyata hamba ini amat kecil di hadapanMu.

Malam ini seolah kami tiada rela untuk melepaskan saudara – saudara yang telah memberi warna didalam hidup kami selama beberapa hari disini.

Hari – hari telah kami lalui walau rasa lelah, jenuh, kantuk, terkadang menyelimuti saat – saat kami bersama.

Selama jantung berdetak, masalah akan silih berganti mengiringi langkah kaki ini. Aku melihat diriku sendiri tiada berharga keangkuhan diri, ketamakan, dan tak menghargai waktu, kesempatan telah menyeretku menjadi pribadi yang tak bersyukur.

Kebodohan yang aku banggakan telah mengantar diriku menuju jurang kemiskinan, miskin ilmu, miskin rasa, miskin kemauan, kemampuan untuk berbuat kebenaran. Telah kuputuskan dan kutetapkan untuk mencari pencerah ditempat ini, merubah diriku menjadi pribadi yang lebih berharga dimatamu ya Rabb.

Kulangkahkan kaki, kutinggalkan ayah, ibu, bahkan anak – anak dan istriku nan jauh disana menunggu kehadiranku wahai … betapa kerinduan ini menyiksa langkah ini.

Sampai jupa dipuncak kesuksesan kawan :)


Disampaikan pada renungan Jaya Melati 2 se Jawa Tengah 4 Desember 2014 - 4 Januari 2015

0 komentar:

Post a Comment